Kamis, 21 Juli 2011

Fungsi Pusat Sumber Belajar, Pengembangan Sistem Instruksional, Pelayanan Media dan Produksi


BAB I
PENDAHULUAN

Latarbelakang Masalah
Proses pembelajaran pada dasarnya sudah berjalan dengan baik, namun masih ada beberapa hal yang dirasa kurang. Diantaranya sumber belajar yang dimiliki siswa, hanya terpaku pada perpustakaan saja. Maka dari itu dibuatlah pusat sumber belajar (learning resources center), suatu perkembangan baru dari perpustakaan. Ia lebih lengkap dibanding dengan perpustakaan, sebab tidak hanya terdiri dari kumpulan buku atau media cetak lainnya, tetapi mempunyai koleksi khusus lainnya.

Perumusan Masalah
Dalam makalah ini yang menjadi pembahasan utama adalah mengenai Fungsi PSB, Pengembangan Instruksional, Pelayanan Media dan Produksi. Masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut : "Apa Fungsi PSB, Pengembangan Instruksional, Pelayanan Media dan Produksi, lalu bagaimana aplikasinya terhadap pendidikan ?"

Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah :
1. Memudahkan para pembaca dalam memahami Fungsi PSB, Pengembangan Intruksional, Pelayanan Media dan Produksi.
2. Dapat digunakan sebagai salah satu referensi pada mata kuliah Pengembangan Pusat Sumber Belajar.
3. Dibuat untuk memenuhi tugas terstruktur pada mata kuliah Pengembangan Pusat Sumber Belajar.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Fungsi Pusat Sumber Belajar
Perlu dipahami bahwa pengertian pusat sumber belajar jauh lebih luas daripada perpustakaan yang berupa kumpulan media cetak saja. Pusat sumber belajar juga bukan semata-mata suatu tempat atau gudang tempat menyimpan berbagai macam peralatan dan bahan pengajar. Pusat sumber belajar adalah suatu departemen yang memberikan fasilitas pendidikan, latihan dan pengenalan melalui produksi bahan media (seperti slide, OHP, filmstrip, film 16 mm, videotape, dan lainnya) dan pemberian pelayanan penunjang (seperti sirkulasi peralatan audiovisual, penyajian program-program video, pembuatan katalog dan pemanfaatan pelayanan sumber-sumber belajar pada perpustakaan) (Tucker, 1979).
Definisi menurut Tucker tersebut mencerminkan fungsi dan isi dari pusat belajar itu sendiri. Pusat sumber belajar mempunyai peranan yang cukup menentukan di dalam meningkatkan efektivitas dan efesiensi proses belajar mengajar. Pada dasarnya misi yang terutama dari pusat belajar adalah pengembangan system instruksional yang merupakan sarana utama untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi kegiatan belajar mengajar. Segala fungsi dan kegiatan yang dilaksanakan pusat sumber belajar adalah untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan misi tersebut.
Menurut Ellison (1972), Pusat sumber belajar memiliki fungsi antara lain:
1.      Memberikan fasilitas atau bantuan belajar bagi siswa,
2.      Menyediakan sumber belajar kepada mahasiswa dan dosen,
3.      Menyediakan bahan-bahan yang berguna untuk melaksanakan kurikulum dan pengalaman belajar bagi mahasiswa.
Sedangkan tujuan pusat sumber belajar adalah memberikan pelayanan-pelayanan berupa:
1.      Fasilitas penelitian dibidang pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar,
2.      Pengembangan pembelajaran,
3.      Pelatihan dibidang media, produksi media pembelajaran,
4.      Demonstrasi dan eksperiman dibidang pembelajaran,
5.      Konsultasi, pemilihan, pengembangan, produksi, pemanfaatan dan penyebarluasan media pembelajaran baru,
6.      Pusat informasi dan pusat peminjaman berbagai jenis peralatan media.
Adapun tujuan akhir pusat sumber belajar adalah meningkatkan kualitas belajar siswa atau mahasiswa dengan jalan membantu para guru atau dosen untuk mengkaji dan menerapkan hasil riset tentang pembelajaran untuk dipilih kemudian diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, memilih metode mengajar dan media pembelajaran terbaik dalam arti metode dan media yang paling efektif untuk pembelajaran.
B.     Fungsi Pengembangan Sistem Instruksional
Teknologi instruksional adalah suatu proses yang kompleks dan terpadu meliputi manusia, prosedur, ide, alat, dan organisasi untuk menganalisa masalah serta merancang, melaksanakan, menilai, dan mengelola usaha pemecahan masalah dalam situasi dimana belajar itu bertujuan dan terkontrol (AECT, 1977)
Komponen sistem instruksional terdiri dari pesan, orang, bahan, alat, teknik dan lingkungan. Tiap unsur tersebut merupakan sumber belajar bagi siswa. Komponen sistem instruksional atau sumber belajar tersebut dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Komponen sistem instruksional tersebut sudah dirancang sedemikian rupa oleh fungsi pengembangan instruksional sesuai dengan fungsinya dalam merancang, melaksanakan dan menilai. Unsur-unsur fungsi pengembangan instruksional tersebut adalah riset, teori, desain, produksi, evaluasi, seleksi, logistik, pemanfaatan dan penyebaran.
Fungsi pengembangan instruksional sebelumnya telah diarahkan dan dikoordinasikan oleh fungsi pengelolaan instruksional yang terdiri dari pengelolaan organisasi dan pengelolaan personalia. Fungsi pengelolaan instruksional bertujuan mengawasi salah satu atau lebih fungsi pengembangan atau fungsi pengelolaan lainnya untuk menjamin pengoperasian yang efektif.
Fungsi ini menolong Jurusan atau Departemen dan Staf tenaga pengajar secara individual di dalam membuat desain dan pemilihan options untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi proses belajar dan mengajar, hal ini meliputi :
a.       Perencanaan kurikulum;
b.      Identifikasi pilihan program instruksional;
c.       Seleksi peralatan dan bahan;
d.      Perkiraan biaya;
e.       Penataran tentang pengembangan sistem instruksional bagi staf pengajar;
f.       Perencanaan program;
g.      Prosedur evaluasi;
h.      Revisi program.

C.    Fungsi Pelayanan Media
Fungsi Pelayanan langsung berhubungan dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh pusat sumber belajar. Karena keberadaan pusat sumber belajar dengan semua personel dan sarana serta peralatannya adalah dimaksudkan untuk memberikan pelayanan berupa pemanfaatan berbagai jenis bahan dan media belajar untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
Fungsi pelayanan ini juga berhubungan dengan pembuatan rencana program media dan pelayanan pendukung yang dibutuhkan oleh staf pengajar dan pelajar, meliputi :
a.       Sistem penggunaan media untuk kelompok besar,
b.      Sistem penggunaan media untuk kelompok kecil,
c.       Fasilitas dan program belajar sendiri,
d.      Pelayanan perpustakaan media atau bahan pengajaran,
e.       Pelayanan pemeliharaan dan penyampaian,
f.       Pelayanan pembelian bahan-bahan dan peralatan.
Bahan-bahan yang dikoleksi pusat sumber belajar yang dimanfaatkan baik oleh guru maupun peserta belajar dapat dibeli di tempat-tempat yang menjual bahan atau media yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah atau madrasah misalnya toko buku, toko VCD dan atau kaset rekaman audio atau video, atau dapat diperoleh melalui hibah dari lembaga-lembaga yang ada hubungannya dengan pendidikan seperti departemen, kedutaan luar negeri, dan sebagainya.
Dalam jangka panjang tentunya pusat sumber belajar sendiri harus makin bertumbuh sehingga mempunyai kemampuan sendiri untuk memproduksi berbagai jenis media dan bahan belajar yang benar-benar dibutuhkan sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
Untuk memudahkan pelaksanaan sirkulasi pelayanan bahan dan media belajar yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran tertentu, perlu mengklasifikasi bahan-bahan yang sudah berhasil diproduksi dan kemudian memberikan “entry number” untuk setiap bahan yang disimpan. Kita dapat menggunakan klasifikasi Desimal Dewey (DDC atau Dewey Decimal Classification) sebagai yang digunakan untuk mengklasifikasi buku-buku yang ada di perpustakaan.
Bila pusat sumber belajar sudah berkembang dengan pesat, dimana koleksi media sudah cukup banyak jumlah dan jenisnya, pelayanan pemanfaatan media ini dapat diberikan juga kepada pihak-pihak lain di luar kepentingan sekolah sendiri, misalnya sekolah atau madrasah lain.
D.    Fungsi Produksi
Kegiatan produksi amat penting dan sangat diperlukan dilakukan oleh pusat sumber belajar karena seperti telah dijelaskan di atas pusat sumber belajar harus mempunyai koleksi bahan atau media pembelajaran yang memadai untuk menunjang kegiatan diklat yang dilaksanakan, baik berupa bahan cetak maupun non cetak seperti bahan video, bahan audio, bahan belajar bantuan komputer, dan sebagainya.
Selama ini bahan belajar cetakan (printed materials) seperti buku, ensiklopedia, jurnal, hand-outs, diktat, dan sebagainya merupakan sumber belajar bahan yang paling dominan peranannya dalam kegiatan pembelajaran.
Perpustakaan selama ini telah menunjukkan peran yang cukup efektif dalam melaksanakan fungsi ini. Namun bahan cetakan yang lain seperti modul, pengajaran terprogram yang mampu berkomunikasi dengan peserta belajar, dan bahan bahan belajar lainnya yang bersifat non-cetak seperti kaset rekaman audio, kaset rekaman video, VCD, slide suara, filmstrip, film, bahan berbasis komputer, dan sebagainya perlu dikembangkan atau diproduksi sendiri oleh pusat sumber belajar, sehingga bahan-bahan belajar yang ada di diklat (PSB) dapat digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pembelajaran.
Satu hal yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan kegiatan produksi dan pengembangan bahan atau media pembelajaran ini adalah walaupun kita sudah dapat menggunakan komputer pribadi (PC) untuk membuat transparansi maupun gambar-gambar grafis yang menarik, namun masih tetap diperlukan keterampilan dalam membuat bahan-bahan belajar yang murah (inexpensive materials) melalui penggunaan “letter guide” untuk menulis caption, membuat program animasi yang menarik, menempelkan gambar visual (mounting), memotret (still pictures), dan sebagainya.
Fungsi produksi dapat disusun sebagai berikut :
a.       Penyiapan karya seni asli (original artwork) untuk tujuan instruksional;
b.      Produksi transparansi OHP;
c.       Produksi fotografi (slide, filmstrip dan lain-lain);
d.      Pelayanan reproduksi fotografi;
e.       Pemrograman, pengeditan, dan reproduksi rekaman pita suara;
f.       Pemrograman, pemeliharaan, dan pengembangan sistem televisi di kampus;


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dalam pembahasan tadi telah dipaparkan fungsi-fungsi pusat sumber belajar. Fungsi dan kegiatan diatas merupakan fungsi dan kegiatan yang ideal. Seberapa jauh kegiatan yang ideal tersebut dapat dilaksanakan oleh pusat sumber belajar tergantung pada tujuan program pengajaran, fasilitas, peralatan yang dimilki, staf dan personalia yang ada dalam pusat sumber belajar yang bersangkutan.
Namun demikian, dapat dipastikan bahwa fungsi-fungsi diatas akan selalu dijumpai dalam setiap pusat sumber belajar sebagai suatu lembaga yang berusaha untuk memajukan efektivitas dan efesiensi kegiatan belajar mengajar. Yang berbeda hanyalah kegiatan-kegiatan nyata yang berhubungan dengan fungsi diatas, sesuai dengan adanya pembatasan-pembatasan yang terdapat pada masing-masing pusat sumber belajar.


DAFTAR PUSTAKA
AECT. 1977. Materi Dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V
Mudhoffir.1990. Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumber Belajar. Bandung: Remaja Karya
Tucker. 1979. The Organisation and Management of Educational Technology.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar